Marsheraga Deafinex

Tidak sekedar menulis, namun Menulis untuk berbagi ilmu dengan sesama dan mencari ridho Yang Maha Kuasa. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Teknologi

Mengikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Photography and Traveler

Cerita-cerita tentang perjalanan, cerpen, motivasi, sejarah dan budaya serta Berbagi foto-foto menarik.

FORZA MILAN !!

Forza Milan Ti amo per sempre.

Islam itu Indah

Mempelajari agama Islam lebih dalam.

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2015

Selalu Ada Sisi Baik

 

Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan.

Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan di setiap kesempatan.

Orang optimis melihat donat, sedangkan orang pesimis melihat lubangnya saja.

Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan.


Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan.

Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi Anda jika saja Anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk Anda.

Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan.
Hanya bila cuaca cukup gelaplah Anda bisa melihat bintang.

Sumber : iphincow

Kamis, 05 Februari 2015

Profil dan Biografi Albert Einstein



Albert Einstein adalah penemu teori relativitas. Albert Einstein, ilmuwan fisika ini lahir di Ulm, Wurttemberg, Jerman, pada 14 Maret 1879 dan wafat pada tanggal 18 April 1955 di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Beliau juga dianggap sebagai ilmuwan teoritis terbesar pada abad ke-20. Selain mengemukakan teori relativitas, beliau juga banyak menyumbang pada mekanika kuantum, kosmologi dan mekanika statistik. Beliau juga pernah diberi anugerah Penghargaan Nobel dalam fisika di tahun 1921.Isinya yaitu penjelasan mengenai efek fotoelektrik. Dengan teori relativitasnya, beliau mulai dikenal oleh banyak orang dan dihargai dengan temuannya.

Beliau bahkan sempat menjadi ilmuwan paling tenar diantara ilmuwan lainnya pada masa tua. Bahkan kata “Einstein” juga dianggap sebagai kata cerdas atau jenius. Wajahnya sudah sangat terkenal di seluruh dunia, bahkan merupakan ilmuwan yang paling terkenal. Beliau lahir dari seorang ayah yang bernama Hermann Einstein yang berprofesi sebagai penjual ranjang burung dan kemudian menjadi pekerja dalam elektronika. Sedangkan ibunya adalah Pauline, keturunan Yahudi. 

Membahas Profil dan Biografi Albert Einstein tidak hanya mengenal sosok yang luar biasa, tetapi belajar mengenai kekurangan yang dapat menjadi kelebihan. Saat kecil, Albert Einstein merupakan anak yang pemalu dan sulit dalam berbicara. Beliau nampak seperti orang terbelakang dengan keadaan tersebut, beliau lebih suka menyendiri. Kemudian pada usia 5 tahun, beliau nampak berminat kepada fisika. Saat sedang sakit, ia diberi hadiah kompas oleh ayahnya. Kompas itulah yang membuat dirinya semakin tertarik untuk membuka misteri didalamnya.Walaupun dengan kondisinya yang dianggap terbelakang, Albert Einstein juga berprestasi di sekolahnya.

Pada usianya ke 21 tahun ia telah lulus dari ETH, tempat kuliahnya. Sempat melamar menjadi asisten dosen dan kemudian ditolak, ia akhirnya menjadi guru SMA. Selama ia menjadi guru SMA, beliau tetap mengembangkan ilmu fisikanya dan ketertarikannya pada dunia intelek. 



Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:

Maret : paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.


April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Zürich.


Mei : papernya tentang gerak Brown.


Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter Körper (Elektrodinamika benda bergerak).


September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya. 


Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu, Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu. 

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya terganggu baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia. 

Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.

Albert Einstein dapat dijadikan inspirasi, dimana setiap orang diciptakan dalam kondisi berbeda. Einstein membuktikan kepada dunia bahwa orang yang terbelakang juga mampu menciptakan sebuah keajaiban.

Biodata Lengkap :

Nama Lengkap    : Albert Einstein
Tempat Lahir        : Ulm | Württemberg | Jerman
Tempat Tinggal Jerman | Italia | Swiss | Austria | Belgia | Britania Raya | Amerika Serikat
Tanggal Lahir        : Jumat | 14 Maret 1879
Zodiac                  : Pisces
Meninggal 18 April 1955 | Princeton, New Jersey, Amerika Serikat
Istri : 
  • Mileva Maric | 1903–1919
  • Elsa Löwenthal | 1919–1936
Anak : 
  • Lieserl | 1902–1903
  • Hans Albert | 1904–1973
  • Eduard | 1910–1965
Kewarganegaraan : 
  • Württemberg/Jerman | 1879–1896
  • Tanpa kewarganegaraan | 1896–1901
  • Swiss | 1901–1955
  • Austria | 1911–1912
  • Jerman | 1914–1933 
  • Amerika Serikat | 1940–1955
Dikenal atas :
  • Relativitas umum dan relativitas khusus
  • Efek fotoelektrik
  • Persamaan massa-energi
  • Teori Gerak Brown
  • Persamaan medan Einstein
  • Statistika Bose–Einstein
  • Teori Medan Terpadu
  • Paradoks EPR
Penghargaan yang pernah diraih:
  • Hadiah Nobel Fisika (1921)
  • Medali Matteucci (1921)
  • Medali Copley (1925)
  • Medali Max Planck (1929)
  • Tokoh Time Abad Ini (1999)
  • Pasangan Mileva Marić (1903–1919)
  • Elsa Löwenthal, née Einstein, (1919–1936)
[profilpedia] [IPTEKnet]

Sahabat - Satu Jiwa dalam Tubuh Berbeda


Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan.

Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.


Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.

Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.

Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.

Sumber : iphincow.com

Rabu, 04 Februari 2015

Pergi dan Tak Kembali

Shiba menyandarkan tubuhnya di bangku panjang di sebuah taman. Ia memandang amplop berwarna putih berisi kertas hasil pemeriksaannya di rumah sakit barusan. Perlahan ia merobek-robek amplop itu tanpa membukanya.

“Hidupku tak lebih hancur dari benda yang kurobek-robek ini.” Ia berdiri lalu menginjak-nginjaknya. Sekejap sobekan amplop itu telah berbaur dengan tanah becek di taman itu.

“Setidaknya dengan begini aku tak membebani siapa pun.”
“Aku harus melanjutkan hidupku seolah-olah tak ada hal buruk menimpaku!”

Shiba beranjak meninggalkan taman tempat bermainnya semasa kecil. Roda waktu serasa melaju sangat kencang, setidaknya setelah mengetahui hasil check-up itu.

Ia mengetuk sebuah pintu rumah bercat coklat tua. 1, 2, 3 kali, keluarlah tuan rumahnya.

“Aku kira kau takkan datang, Kak Shi..” katanya. Lalu ia menarik tangan Shiba masuk ke dalam rumah yang telah dipenuhi para undangan.

“Kemarin bibi bilang kakak sedikit deman, jadi tadi aku tak menghubungi kakak tadi, aku tak mau menganggu istirahat kakak.” Kata gadis itu. Namanya Cilla, berselisih 3 tahun dengan Shiba.

“Oh, ya..” Shiba memakaikan sebuah mahkota yang dibuatnya dari akar-akar pohon dan dihiasi bunga melati di kepala Cilla. Shiba membuatnya jauh-jauh hari sebelum ulang tahun ke-17 gadis itu.
“Bagaimana, kau suka tuan putri?”

Kedua pipi Cilla seketika memerah. Kedua bibirnya seolah ingin melontarkan banyak hal, namun tertahan. Ia memalingkan muka dari Shiba yang masih bertahan dengan senyum di hadapannya.

“Cilla.. Happy Sweet Seventeen Birthday!!” kata Shiba seraya memeluk gadis itu.
“Bisakah kau hidup selamanya dihatiku? Jika suatu saat aku meninggalkanmu?”
“Maksud kakak?”
“Cilla tau, kan? Di dunia ini tak ada yang abadi. Semua pasti kembali kepada Sang Pencipta..” perkataan Shiba seolah menghentikan detak jantung gadis yang sedang berada di pelukannya itu.
“Engg..gg.. sudah lupakan saja ucapanku tadi. Harusnya kita bersenang-senang dengan mereka, bukan?”

Shiba menunjuk undangan yang tengah mengerumuni sebuah meja dengan kue tart berhias 17 lilin di atasnya. Meski masih tak menangkap maksud perkataan Shiba sebelumnya, Cilla mengikuti gerak langkah Shiba menghampiri teman-temannya di sana. Lanjutkanlah seolah tak ada hal buruk yang sedang menimpa, bukankah sebaiknya begitu?
Cilla berada tepat di depan 17 cahaya lilin dengan Shiba di sampingnya.

“Don’t forget to make a best wish, Princess..” bisik Shiba pada gadis bak seorang putri di sampingnya itu. Cilla menghela nafas, memejamkan matanya..

Untuk yang terjadi sedetik yang lalu, sedetik dikemudian waktu, aku harap, Tuhan memberkati kami kekuatan tanpa batas untuk melanjutkan sebentang kehidupan yang terhampar di hadapan kami, seolah tak ada satu hal buruk pun yang menimpa. Batin Cilla mengucapkan. Lalu satu per satu cahaya ke 17 lilin itu padam ditiupnya. Semua undangan kemudian menyanyikan lagu potong kue untuknya. Tak terasa sepotong demi sepotong kue telah dibagikan untuk para undangan.

Laju roda waktu untuk melewati senyuman dan mendatangkan air mata memang secepat kilat. Setidaknya untuk mereka yang sedang tertimpa hal buruk, Shiba. Pusing, pening itu kini tengah melayang-layang di ubun-ubunnya. Memaksanya meninggalkan alam kebahagiaan sejenak lebih awal. Shiba mendekati Cilla yang tengah asyik bercanda tawa dengan teman-teman sekolahnya.

“Bolehkah aku bersama Tuan Putri untuk sekejap?” katanya di hadapan teman-teman Cilla yang rata-rata adalah perempuan. Mereka senyum-senyum dan mengangguk-angguk, lalu salah seorang teman Cilla meletakkan tangan Cilla di atas tangan Shiba.

“Nikmatilah waktu kalian, sobat!!” katanya. Shiba membawa Cilla menuju taman belakang yang berhubungan langsung dengan sebuah danau. Mereka duduk di atas perahu yang terikat di pohon di pinggir danau.

“Masih tak menangkap maksud perkataanku beberapa waktu yang lalu?” tanya Shiba pada Cilla yang baru saja menyandarkan kepalanya di bahu Shiba.

“Ini sebuah teka-teki untukku, Kak. Bisakah kakak tak berlama-lama membuat hatiku bertanya-tanya?” kata Cilla sambil merapikan rambut ikal coklatnya yang ditiup angin.

Shiba memberikan selembar kertas yang terlipat kepada Cilla. Gadis itu menerimanya tanpa bertanya lalu membukanya tanpa ragu. Ia baca satu persatu kalimat yang tercantum di kertas itu.

“Apakah ini hadiah ulang tahun untukku, Kak?” tanya Cilla lirih.

Setetes demi setetes air matanya jatuh membasahi kertas yang dipegangnya itu. Shiba menyeka air mata gadis itu dengan ibu jarinya. Cilla menahan paksa agar air itu berhenti mengalir di pipinya. Memaksa hatinya untuk menerima sebuah kenyataan pahit di hari bahagianya itu.

“Aku sengaja menyembunyikan ini dari semua orang karena aku tak mau mereka merasa terbebani, itu saja, tak lebih.” Suara Shiba tak sehalus tadi kepada Cilla. Ia mulai acuh dengan gadis itu.
“Mengapa kakak tau berusaha mengobatinya?”
“Mengobatinya? Percuma saja!! Hanya buang-buang uang, tenaga, dan waktu.”
“Kakak berubah! Bukan Kak Shi seperti yang aku kenal dulu!”
“Sudahlah.. umurku tak lama lagi. Ini adalah terakhir kalinya kita bertemu dan bersama. Apa pesan terakhirmu untukku, Cilla?”




Cilla melepas mahkota yang di kepalanya lalu meletakkanya di samping Shiba. Shiba meraihnya lalu membuangnya ke tengah danau. Cilla tak dapat menahan air matanya lagi. Ia bangun dan berlari meninggalkan Shiba sambil menangis. Shiba tetap diam, tak beranjak untuk mengejar gadis yang dicintainya itu. Ia mengambil kayuh yang tertancap di samping perahu lalu mengayuh perahu menuju rumahnya di seberang.

Sesampainya di sana, hanya lampu di gerbangnya saja yang menyala. Shiba mengetuk pintu namun ternyata pintu tak dikunci. Ia langsung masuk tanpa menyapa. Ia menaiki tangga menuju kamarnya, berjalan sedikit gontai.

“Hosh..!! hosh!! Jangan sekarang..”
“Biarkan aku berbaring dulu…”

Ia dobrak pintu kamarnya. Ia masih ingat, sebelum pergi ke rumah sakit, ia kunci pintu kamarnya, lalu ia meletakkan kunci kamarnya itu di dapur. Pintu kamar terbuka dan ia segera mendekati tempat tidurnya.

“Baiklah.. di tempat yang teramat sangat berantakan ini, kusampaikan pada malaikat yang bertugas mencabut nyawaku..” nafasnya mulai tersendat-sendat.
“Ambillah apa yang kau perlukan, lalu berilah apa yang kuinginkan..” Shiba menarik sisa nafasnya dalam-dalam..
“Sekian dan terima kasih.” Laju roda waktu seketika berhenti. Ia pergi dan tak akan kembali.

Shiba terbang menuju kumpulan awan putih di langit paling atas. Sesampainya di sana ia melihat sebuah tempat seperti sebuah desa. Ia mengintip dari celah di pintu gerbang. Bangunan di kanannya berwarna putih dan di kirinya berwarna hitam. Penghuni bangunan putih itu tampak sangat bahagia dan penghuni bangunan hitam sebaliknya. Melarat, tersiksa, sungguh mengerikan! Ketika Shiba hendak memasuki gerbang, seseorang yang menghuni sebuah bangunan kecil mirip post satpam, mengintrogasinya.

“Siapa namamu, anak muda?” tanyanya.
“Shiba, Pak.”
“Kamu meninggal karena apa?”
“Sakit, Pak.”
“Sakit apa?”
“Kanker hati, Pak.”
“Oh, ya?”
“Ya, Pak.?”
“Baiklah, silahkan masuk.” Lalu gerbang itu terbuka dengan sendirinya. Namun yang ada di hadapannya hanya hamparan bangunan hitam-hitam. Jerit, tangis terdengar sangat jelas. Hawa sejuk tiba-tiba mendadak panas menyengat. Membakar kulit Shiba.

“Aku tidak masuk surga, ya?” gumamnya.
“Tidak. Karena kau begitu menyianyiakan segala yang diberikanNya padamu semasa hidup. Kau sama sekali tak berjuang untuk mempertahankan satu hal pun. Sekarang nikmatilah tempat tinggal barumu!” sebuah suara entah darimana sumbernya menjawab segala pertanyaan hati Shiba. Dengan tertatih-tatih Shiba menapaki jalan menuju ujung Neraka.

“Lanjutkan! Seolah-olah tak ada satu hal buruk pun yang sedang menimpa.” Gumamnya dengan lirih.


Cerpen Karangan: Triyana Aidayanthi
Sumber : cerpenmu.com

Senin, 29 Desember 2014

Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

 Fajar, Lukman, Sarah dan Wulan adalah anak-anak yang bersahabat sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Usai kelulusan dari SD, Fajar, Lukman, Sarah, dan Wulan melanjutkan sekolahnya ke SMP. Dan Sarah tetap memakai jilbabnya, meskipun banyak teman-temannya yang tidak berjilbab.

Memasuki jenjang SMA, mereka mulai berpelencar masing-masing. Wulan dan Sarah mondok di tempat yang sama. Lukman ikut dengan neneknya, dan kemudian mondok juga, untuk memperdalam ilmu agama. Fajar sendiri, ikut mondok dengan kakaknya. Hubungan persahabatan merekapun sedikit renggang akibat kurangnya komunikasi.

Rasa suka Lukman terhadap Sarahpun, ia simpan dalam hati. Berharap, suatu saat ia bisa hidup dengan Sarah. Orang yang selama ini ia idam-idamkan. Sampai ia pergipun, kata-kata manis dan indah yang selama ini ia tutup rapat-rapat belum sempat terucapkan untuk Sarah.

Sarahpun demikian, rasa sukanya terhadap Fajar ia simpan baik-baik dalam hati. Hanya Wulan sahabatnya yang mengetahui. Wulan sempat membujuk Sarah untuk mengatakannya, tetapi Sarah menolak. Sebagai wanita, ia merasa malu untuk mengatakannya. Ia merasa tidak pantas. Jika suatu saat, bukan Fajar orang yang akan mendampinginya, ia berharap sosok itu seperti Fajar yang selama ini ia idam-idamkan.

Beberapa tahun kemudian

Assalamu’alaikum warahmatullah, assalamu’alaikum warahmatullah..” usai melaksanakan sholat, Lukman lalu berdo’a. Selesai berdo’a, ia mendengar suara wanita yang mengajar dari ruang sebelah. Suaranya lembut, keibuan, dan enak di dengar. ‘Siapakah wanita itu?’ tanyanya dalam hati.

Lukman kemudian keluar, ia berjalan mendekati serambi wanita. Di dalam, terlihat anak-anak yang sedang mengaji. Ada wanita cantik mengenakan gamis berwarna ungu tua yang di padukan dengan jilbab warna ungu. Sopan, cantik, anggun, semua terpancar dengan indah. Tapi sayang, Lukman tidak bisa menatap wajah gadis berjilbab ungu itu. ‘Andaikan saja, aku bisa bisa masuk ke dalam sana, aku akan mendapati keindahan berbalut jilbab warna ungu itu. ‘Gumam Lukman dalam hati, yang diikuti dengan senyum dan hati gembira.

Sesampai di rumah, Lukman terus membayangkan wanita itu. Wanita cantik yang memakai jilbab ungu. Wanita cantik itu telah memikat hati Lukman. “Dengan bros ini, aku akan bertemu dan berkenalan langsung dengan ustadzah itu. Semoga dia adalah jodohku Ya Allah..” kata Lukman yang masih membayangkan wanita itu. “Ya Allah, hamba memohon kepada-Mu, kecintaan-Mu, kecintaan orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan terhadap amal yang mendekatkanku kepada cinta-Mu. Amin..” usai berdo’a, Lukman beranjak dari tempat tidurnya, untuk berhenti membayangkan wanita itu. Ia mengambil buku dan menuliskan sesuatu di sana. Setelah selesai ia melipatnya dan memasukkannya ke dalam amplop.

***

Assalamu’alaikum ustadzah,

Saya kemarin menemukan bros ustadzah yang jatuh, kemudian saya mengambilnya. Saya tahu, ada seorang gadis yang sedang kebingungan mencarinya. Maafkan saya, karena tidak memberikan bros ustadzah kepada gadis itu. Saya sengaja tidak memberikannnya, karena saya ingin langsung bertemu dengan ustadzah. Jujur, saya kagum ketika melihat ustadzah mengajar anak-anak, usai melaksanakan sholat.

Kemudian saya sempatkan untuk melihat ustadzah dari kejauhan. Saya sangat terkesima dengan keanggunan dan kelembutan ustadzah saat mengajar anak-anak. Jika ustadzah berkenan, Saya ingin kenal lebih dekat dengan ustadzah. Saya akan datang lagi ke masjid sabtu depan.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Lukman.

***
Sabtu depannya, Lukman datang lebih awal di masjid. Ia berharap, ustadzah akan datang untuk menemuinya. Beberapa saat kemudian, ada sebuah mobil mewah yang memasuki halaman masjid. “Itu ustadzah.. maaf sudah menunggu lama.” Kata gadis yang berada di samping Lukman. Dia adalah gadis yang kemarin mencari bros ustadzah yang hilang. “Iya.., tidak apa-apa.” jawab Lukman.

Alangkah terkejutnya saat lukman mengetahui, bahwa ustadzah itu adalah Sarah, teman ia sewaktu kecil. Gadis yang dulu ia sukai. “Beliau bernama ustadzah Sarah. Gadis kecil itu namanya Az Zahra, putrinya ustadzah Sarah” gadis itu menjelaskan. ’Anak..??’ pikir Lukman dan ia sangat terkejut.’ berarti Sarah sudah menikah.’ Tambahnya. “Nah.., yang itu suami ustadzah Sarah. Namanya ustad Fajar.” Terang gadis itu saat ustad Fajar keluar dari mobil. Ada perasaan senang sekaligus sedih dalam hati Lukman. Senang karena ia bisa bertemu dengan sahabatnya sewaktu kecil dulu. Sedih, karena dari kecil dulu ia selalu kalah dengan Fajar dalam merebut hati Sarah. Kini, Sarah sudah menjadi istri Fajar.

Tidak akan ada kesempatan lagi baginya untuk mendapatkan hati Sarah. Karena dia telah menjadi milik Fajar.

“Aku sudah membaca surat yang kau tujukan untuk Sarah. Saat Sarah memberitahukannya padaku, ia sangat senang. Berharap, Lukman yang menemukan brosnya itu adalah teman kecilnya dulu.” Kata Fajar. Sarah hanya tersenyum, begitu juga degan Lukman. “Oleh karena itu, aku bawa keluarga kecilku ini untuk bertemu denganmu” lanjut Fajar. “Maafkan aku Jar, aku tidak bermaksud untuk menggoda istrimu, Sarah. Aku tidak tahu kalau dia sudah memiliki keluarga. Sungguh, aku sama sekali tidak tahu bahwa wanita yang aku perhatikan waktu itu adalah Sarah. Teman kecilku.” Lukman meminta maaf dan menjelaskan semuanya.
“Sudahlah Man.., sekarang kamu sudah tahu, bahwa wanita itu adalah aku. Aku sudah menjadi istri Fajar. Dan ini, (Sarah menggandeng gadis kecil nan cantik dengan balutan jilbab warna pink) dia putriku, Az Zahra” Terang Sarah. “Keluargamu begitu sempurna Sarah..” kata Lukman tersenyum. “Sekarang kita pererat tali silaturahmi kita yang sempat terputus Lukman.” kata Fajar. “Iya Jar, aku sudah lama merindukan kebersamaan kita dulu.” ungkap lukman.

Lukman pun ikhlas dengan semuanya. Sarah memang ditakdirkan bukan menjadi jodohnya. Kelak, Allah akan menggantinya dengan Sarah-Sarah yang lain. Wanita yang menjadi jodohnya, pendamping hidupnya. Dan ibu dari anak-anaknya. Ia yakin, Allah Maha Mengetahiu yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya.

Cerpen Karangan: Choirul Imroatin
Sumber : cerpenmu.com

Waktu


Jika saya hidup sekali lagi..

Saya akan berusaha untuk melakukan lebih banyak kesalahan. Saya tidak akan berusaha untuk menjadi sempurna.

Saya akan lebih rileks. Saya akan menjadi lebih bodoh daripada sebelumnya.

Dalam kenyataannya, saya hanya akan menanggapi beberapa hal dengan serius.

Saya akan menjadi kurang higienis. Saya akan mengambil lebih banyak risiko. Mengambil liburan lebih banyak. Manatap tenggelamnya matahari lebih sering lagi. Mendaki lebih banyak gunung, merenangi lebih banyak sungai.

Saya akan mengunjungi lebih banyak tempat yang belum saya kunjungi. Saya akan lebih banyak makan es krim dan lebih sedikit buncis. Saya ingin mendapatkan lebih banyak masalah nyata dan sedikit masalah khayalan.

Saya merupakan salah satu dari orang-orang yang hidup layak. Dan sangat produktif dalam setiap menit kehidupannya; Tentu saja saya mempunyai momen-momen kebahagiaan.

Jika saya bisa kembali saya akan berusaha hanya untuk mendapatkan momen-momen yang baik. Karena apa bila tidak tahu sebelumnya, bahwa hidup ini menghasilkan: Hanya dari momen-momen; tidak kehilangan yang sekarang.

Saya merupakan salah satu dari mereka yang tidak pernah pergi ke mana pun tanpa sebuah termometer. Satu botol air hangat, sebuah payung, dan sebuah parasut.

Jika saya bisa hidup sekali lagi, saya akan berpergian lebih ringkas.

Jika saya hidup sekali lagi, Saya akan memulai untuk berjalan dengan kaki telanjang dari awal musim semi. Dan saya akan berjalan terus dengan kaki telanjang sampai musim gugur berakhir.

Saya akan lebih sering menaiki gerobak, merenungi fajar lebih sering lagi, dan bermain dengan lebih banyak anak-anak kecil, jika saya mendapatkan kehidupan yang lain di depan saya.

Tapi kalian sudah lihat, umur saya sudah 85 tahun,

Dan saya tahu bahwa saya sudah hampir mati.

Jorge Luis Borges [24 August 1899 – 14 June 1986]

Sumber : http://iphincow.com

Kamis, 14 Agustus 2014

Kesempatan Yang Tersembunyi


Bila kita tak pernah melakukan kesalahan, ada baiknya kita melihat lagi langkah kita.

Jangan-jangan kita tak mengalah setapak pun. Kesalahan memang tak mengenakkan, namun seorang optimis lebih banyak belajar dari kesalahan daripada dari keberhasilan.

Kesalahan menuntun kita untuk mempelajari kembali sesuatu yang terjadi. Bukan cuma itu, kesalahan memimpin kita untuk mengambil tindakan yang lebih baik.

Kesalahan adalah kawan baik yang mengatakan secara samar apa yang harus kita kerjakan.
Lihatlah kesalahan apa adanya. Jauhkan prasangka, kesedihan dan ratapan bila kesalahan menimpa kita.
Karena, dibalik kesalahan tersimpan kesempatan yang tersembunyi.

Colombus melakukan “kesalahan” yang besar dalam perjalanannya mencari jalur ke India, yaitu menemukan benua Amerika.
Namun bertahun-tahun kemudian, jutaan orang mengikuti “kesalahan” tersebut untuk menuai kemakmuran hidup mereka.

Masihkah kita menganggapnya sebagai kesalahan?


Sumber : iphincow.com

Minggu, 10 Agustus 2014

Pertemuan Singkat di Halte Bus

Setiap pagi ku langkahkan kaki dengan ceria menuju Halte Bus dimana akan ada bus yang membawaku ke tempat kuliahku. Ditemani sinar sang mentari dan semilir angin di pagi hari.

Ku merasa sesak tinggal di kota metropolitan ini, asap kendaraan mengudara dimana-mana. Sudah jarang ku temui pepohonan nan rimbun disini. Aku hanya melihat tanaman layu yang mungkin telah dibuang oleh pemiliknya. Sungguh miris.

Anak-anak jalanan pun memulai aksinya. Dengan semangat yang membara, Ia mengitari satu persatu kendaraan yang sedang berhenti dengan nyanyian yang cukup menghibur walau nadanya masih terbilang hambar.

Sampai pandanganku tertuju pada seorang lelaki tampan yang memakai jas almamater nya dan menenteng sebuah tas jinjing. Ku perhatikan seluruh pakaiannya dari atas hingga bawah. Sungguh sempurna.

Baru kali ini aku melihat lelaki sesempurna ini. Sialnya aku ketahuan sedang memperhatikannya, Ia menatap ku dengan tatapan bingung dan langsung tersenyum padaku. “Aa.. Indahnya senyum itu.” gumamku. Aku membalas senyumnya dan langsung tertunduk malu. Tetapi tak lama Ia langsung menaiki bus yang sejak tadi Ia tunggu. Seketika Ia telah menghilang dari hadapanku. Aku merasa separuh jiwa ini telah pergi bersamanya. Tapi, kali ini aku berusaha tersenyum tegar. “Masih ada hari esok. Mungkin Ia akan menunggu bus di halte ini lagi.”

Suara klakson mini bus yang kutunggu sejak tadi telah mengagetkan lamunanku. Langsung saja ku percepat langkah untuk menaiki mini bus itu. Jika tidak, bisa-bisa aku tidak kebagian tempat duduk dan harus berdiri memegang lingkaran hitam lepek selama perjalanan.

Di dalam bus, aku masih saja memikirkan lelaki tadi. Tampaknya aku tak dapat melupakan begitu saja senyumnya yang menawan. Besok aku harus menemuinya!
Pagi ini masih sama dengan pagi yang kemarin. Sebelum ku langkahkan kaki menuju Halte Bus, aku sempat menenggakan segelas air putih untuk meredakan dahaga.

Kali ini, aku sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya. Karena ku ingin menatap senyum lelaki itu lebih lama lagi. Dengan hati yang berbunga-bunga ku lewati berbagai liku perjalanan ini. Kini, tak ku rasakan lagi, sesak karena asap-asap kendaraan. Sekejap asap itu berubah menjadi kabut putih yang menyelimuti pagi. Suara klakson dari kendaraan yang sedang berlalu lalang pun berubah menjadi nyanyian merdu sang bidadari. Pepohonan yang sedang layu pun bagaikan tumbuhan emas yang di tanam di istana raja, begitu lebat dan rindang.

Ku pandangi seluruh orang yang ada di Halte Bus ini. Tetapi belum juga kutemukan sosok lelaki yang ku cari. “Ah! Mungkin saja Ia belum datang. Kan aku yang sengaja datang terlalu pagi” gumamku.

Setelah menunggu kira-kira 20 menit. Aku belum juga menemukan lelaki itu. Senyum manis yang sedari tadi ku kembangkan perlahan berubah menjadi senyum kecut yang hambar. Mataku telah lelah menggeliat ke seluruh orang-orang yang sedang berkelebat di halte bus ini.

Tak lama, mini bus bewarna jingga menghampiri ku. Rasanya berat sekali melangkahkan kaki dari Halte bus ini. Tapi aku tak punya waktu lagi, karena jam bewarna merah muda yang melingkar di tanganku telah menunjukkan pukul 07:15. Itu artinya 15 menit lagi kuliah pagi akan dimulai.

Ku duduk dibangku depan bus. Ku pandangi jendela yang ada disebelahku dengan tatapan kosong. Tapi.. betapa terkejutnya aku, ternyata lelaki yang kutunggu sejak tadi, baru saja tiba di Halte itu.

Rasanya aku ingin turun lagi dari mini bus ini. Tapi bus ini sudah jalan cukup jauh dari Halte itu. Ku lirik jam tanganku kembali. Aku hanya bisa menghela napas panjang dan menenangkan hatiku.

Seminggu telah berlalu. Aku tak pernah menemui sosok lelaki itu lagi. Aku sangat kecewa. Ku langkahkan kaki menuju ke Halte Bus biasa. Kakiku terasa sangat lelah untuk berjalan. Aku hanya bisa tersenyum kecut pada setiap orang yang ku lalui di sepanjang jalan.

Harapan untuk bertemu dengan lelaki itu pun telah kupendam dalam-dalam. Hari ini jalanan terlihat cukup lega. Mungkin karena hari ini hari libur. Aku terduduk di sebuah kursi yang memanjang di sekitar Halte ini. Mataku terfokus pada Mini Bus bewarna jingga itu. Tak perduli lagi orang-orang yang berkelebat di sekitar sini.

Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dengan bertopang dagu. Perlahan kubuka mataku. Jantungku serasa berdetak 10x lebih cepat dari biasanya, karena ku lihat lelaki yang dulu ku tunggu duduk disampingku. Aku menarik napas panjang.

“Aku tak kan menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia sudah berada dihadapanku. Aku harus berkenalan dengannya” gumamku sambil mengumpulkan lagi semangat yang dulu membara.

“Hai.” Ucapku padanya.
Ia langsung tersenyum kaget. Ia menatap ku. “Hai juga” balasnya.
“Kenalkan, aku Viona. Emm, kamu siapa?” ucapku gugup sambil menyodorkan tanganku padanya.
Ia meraih tanganku seraya berkata “Saya Alif”
Aku berusaha untuk tersenyum semanis mungkin padanya. Setelah cukup lama aku berbincang dengannya, akhirnya kami bertukar nomor telepon. Sungguh bahagia aku, kali ini.
Setelah menyelesaikan tugas kuliah, tiba-tiba handphone ku berdering. Tanda ada sebuah pesan masuk.

From : Alif
To : Viona
Message :
Vi, kamu lagi apa?
Bisakah kau menemuiku di taman dekat persimpangan jalan?
Ada yang aku mau bicarakan denganmu.

Aku langsung bergegas meninggalkan rumah. Aku berjalan menuju tempat yang Alif perintahkan. Senyumku terus mengembang, walaupun tubuhku sedikit kelelahan.

Aku sudah melihat Alif di sebrang jalan. Ia sedang memesan minuman yang ada di pinggir jalan raya. Ku percepat langkah kakiku. aku ingin bertemu dengannya, karena telah 4 hari ini aku tidak melihatnya di Halte.

Mataku menggeliat ketika melihat sebuah mobil xenia melaju dengan kecepatan tinggi. Aku langsung menuju ke arah kerumunan orang. Aku benar-benar tak percaya. Ternyata Alif dan seorang pedagang itu yang telah menjadi korban pengendara mobil yang biadab. Seluruh tubuh Alif berlumuran darah. Tanpa terasa air mataku telah mengalir deras.

Mobil ambulan kini telah datang untuk mengangkut Alif dan penjual minuman tadi. Aku ikut bersama mobil itu. Ku bersihkan wajah Alif yang masih berlumuran darah itu dengan tissue. Air mataku belum juga mengering.

“Alif. Bangun” kata itu selalu kuucap selama perjalanan menuju ke rumah sakit sambil kuguncang-guncang tubuhnya. Tetapi, Alif tak kunjung sadar.

Matahari telah tenggelam di ufuk barat. Perlahan gelapnya malam mulai menjalar ke seluruh langit. Bintang-bintang mulai bersinar ditemani sang Bulan. Angin malam pun telah menusuk kulitku. Tapi aku belum beranjak dari sini. Aku akan menunggu sampai dokter keluar dari kamar Alif dan mengatakan bahwa Alif akan baik-baik saja.

Setelah kira-kira menunggu 20 menit. Akhirnya dokter itu pun keluar dari kamar Alif dengan wajah lelah. Aku pun langsung menghapirinya.

“Dok, bagaimana keadaan teman saya? Apakah Ia baik-baik saja?” ucapku lirih.
“Saya telah berusaha melakukan yang terbaik untuk teman anda. Tetapi luka diotaknya cukup parah. Sepertinya Ia tak akan bertahan lama, kecuali ada keajaiban yang datang padanya.” balas dokter itu.
“Apa saya boleh masuk ke dalam dok?” ucapku lagi
“Ya, tentu. Tadi saya menemukan ini di dalam kantong bajunya” ucap dokter itu sambil menyerahkan secarik kertas coretan dan handphone Alif.

Dengan langkah yang berat. Aku masuk menuju kamar Alif. Ku duduk disamping pembaringan Alif dan ku buka kertas itu. Ini memang hanya sebuah coretan milik Alif. Tetapi aku menemukan namaku ‘Viona’ terpampang di paling atas. Aku berusaha memahami tulisan Alif yang tak begitu jelas. Perlahan kubaca kata-kata itu.

___________________________
Viona.

Aku tak tau rasa ini muncul entah darimana.
Aku benar-benar ingin mengungkapkannya padamu.
Hari-hariku menjadi lebih bewarna selama aku mengenalmu.
Kau telah banyak mengajariku tentang arti sebuah cinta yang suci.
Dan kau pun telah menyadarkanku, bahwa selama ini kau adalah wanita yang ku cari.
Aku mencintaimu Viona.
Aku hanya bisa berharap kau juga memiliki perasaan yang sama denganku.
Bagiku engkau wanita yang sempurna.
Sungguh sangat berbeda denganku. Aku hanya seorang lelaki yang serba kekurangan.
Tapi akan ku usahakan, untuk memberikan cinta yang sempurna untukmu.

By: Alif
___________________________


Air mataku semakin tak terbendung. Ku genggam erat tangan Alif seraya berkata “Aku juga mencintaimu Alif.”

Kulihat jantung Alif berhenti berdetak. Aku langsung memeluknya. Seakan tak percaya oleh semua ini. Hatiku hancur lebur.

“Mengapa kau harus pergi Alif? padahal kita akan menjalin hubungan yang selama ini ku tunggu.
Alif. Kau lelaki yang sangat sempurna. Mengapa kau harus pergi secepat ini?”

Di atas gundukan tanah yang masih basah dan dipenuhi bunga-bunga, aku duduk bersimpuh.
“Semoga kau tenang disana Alif. Terimakasih telah memberiku kesempatan untuk mengenalmu lebih jauh. Mungkin memang Tuhan telah menetapkan jalan terbaik untukmu dan untukku. Entahlah. Yang aku tahu, aku sangat mencintaimu.”

Cerpen Karangan: Tutut Setyorinie


Sumber : cerpenmu.com

Kamis, 07 Agustus 2014

Thomas Alva Edison


Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana. Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah. Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah Edison termasuk murid yang sering tertinggal dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Pada usia sebelas tahun Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta izin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan teknik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium inilah ia menelurkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.

Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yang bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam.

Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.


Melewati tahun 1920-an kesehatannya kian memburuk dan beliau meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun. 



Kata bijak yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah:

"Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras".

"Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan".

"Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju".



10 Fakta Unik Thomas Alva Edison
 
1. Sulit mendengar, bukan tuli

Edison kerap kali disebut tuli. Padahal ia bukan sama sekali tidak bisa mendengar, namun memiliki kesulitan untuk mendengar secara sempurna. Penyebabnya berbeda menurut beberapa sumber. Ada yang menyebut karena demam ketika ia masih kecil serta beberapa kali infeksi bagian tengah telinga yang tidak diobati. Ada juga yang menyebutkan karena telinganya dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.

2. Surat kabar di atas kereta pertama

Kegemaran Edison bereksperimen di gerbong kereta api membuatnya memiliki laboratorium di dalam gerbong barang meski akhirnya laboratorium itu terbakar. Edison kemudian membangun kembali laboratorium kimia dan percetakan di bagasi mobil. Dari sinilah ia mempublikasikan Grand Trunk Herald yang merupakan surat kabar pertama yang dipublikasikan di atas kereta.

3. Dot dan Dash

Edison memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan Mary Stilwell. Dua orang anaknya diberi nama panggilan unik, Dot (Marion Estelle Edison) dan Dash (Thomas Alva Edison Junior), yang diduga diambilnya dari lambang yang digunakan dalam sandi Morse yaitu titik “.” dan garis “-”.

4. Melamar Mina dengan kode Morse

Setelah Mary Stilwell meninggal dunia, Edison bertemu Mina Miller yang adalah seorang anak penemu, Lewis Miller. Ia mengajari Mina kode Morse agar mereka dapat berkomunikasi secara rahasia dengan ketukan kode di tangan mereka. Suatu hari Edison bertanya kepada Mina: .- – ..- .-.. -.. -.- – ..- – .- .-. .-. -.- – . yang kemudian dijawab Mina dengan: -.- . … Tak lama kemudian, keduanya pun menikah.

5. Menolak disebut gagal

Edison memprotes sebuah surat kabar yang memuat judul berita utama: “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”. Ia meminta judul berita itu diganti. Keesokan harinya, atas permintaan Edison, surat kabar itu mengganti judul berita utamanya menjadi: “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala”

6. Paten pertama yang gagal

Pada tahun 1869, di usianya yang ke-22, Edison memperoleh paten pertamanya untuk mesin perekam suara telegrafik yang dirancangnya untuk badan legislatif. Dengan alat itu, setiap anggota badan legislatif cukup menggerakkan satu tombol pada mesin yang akan merekam RUU yang dipilihnya. Sayangnya, alat tersebut ditolak badan legislatif karena cara kerjanya yang lambat.

7. Mesin tato

Pada tahun 1876, Edison mematenkan Stencil-pens, sebuah alat yang kemudian dimodifikasi Samuel O’Reilly untuk menjadi mesin tato pertama. Namun ia tetap dianugerahi penghargaan atas penemuan mesin tato yang pertama.

8. Laboratorium riset industri pertama

Setelah menjual quadruplex telegraf yang dibeli Western Union seharga $10 ribu, Edison menggunakan uang yang diperolehnya untuk membangun sebuah tempat yang sengaja akan dikhususkannya untuk terus menghasilkan serta mengembangkan produk inovasi teknologi. Tempat yang terletak di Menlo Park, New Jersey itu akhirnya berkembang menjadi laboratorium riset industri pertama di dunia.

9. Penyihir Menlo Park

Julukan tersebut didapat Edison setelah berhasil menemukan fonograf pada tahun 1877 sekaligus mengangkat popularitasnya. Pencapaian itu sangat tidak disangka-sangka oleh banyak orang sehingga tampak seperti sihir. Fonograf pertamanya berhasil merekam suara pada kertas timah yang mengelilingi sebuah silinder beralur. Namun kulitas suara yang dihasilkan masih buruk dan hasil rekamannya hanya bisa diputar ulang beberapa kali saja.

10. Listrik untuk semua
Konsep dan implementasi pembangkit tenaga listrik beserta pendistribusiannya ke rumah, kantor, dan pabrik sangat penting dalam perkembangan dunia industrialisasi modern. Edison lah yang pertama kali muncul dengan konsep itu. Pembangkit tenaga listriknya yang pertama dibangun di Manhattan Island, New York pada 1882.



 
Sumber :
- id.wikipedia.org
- galileo-pmii.tripod.com
- nationalgeographic.co.id

Rabu, 06 Agustus 2014

Setiap Langkah Adalah Anugerah

Seorang profesor di undang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana ia bertemu seorang prajurit yang tak akan pernah di lupakannya, bernama Harry.

Harry yang di kirim untuk menjemput professor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan koper. Ketika berjalan keluar, Harry sering menghilang. Banyak hal yang di lakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh. Kemudian mengangkut anak kecil agar dapat melihat pemandangan. Ia juga menolong orang yang tersesat dan menunjukan arah jalan yang benar.
Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor dengan senyumnya menghiasi wajahnya.

“Darimana anda belajar hal-hal seperti itu?”, tanya sang profeor.
“Oh”, kata Harry. “Selama perang, saya kira”.

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga saat tugasnya membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu persatu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.
“Saya belajar untuk hidup diantara pijakan setiap langkah”, katanya. “Saya tak pernah tahu apakah langkah selanjutnya merupakan pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini”. Kelimpaahan hidup tidak dapat ditentukan dengan berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas.


Sumber : iphincow.com

Kisah Nabi Idris A.S

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikaruniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.

Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamatkan diri dari siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Konon Ia diangkat menjadi Rasul ketika berusia 40 tahun, dan hidup sampai usia 82 tahun.

Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah :

  1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
  2. Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.
  3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
  4. Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
  5. Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
  6. Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
  7. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
  8. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.

Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa Nabi Idris adalah orang yang pertama mengajarkan tentang menjahit menata pakaian, ilmu falak dan tulis dengan pena.

Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat. Wallahu a'alam bissawab. Tersebut dalam suatu ayat :

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Idris yang terdapat di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam : 56 - 57)

Konon demikian cerdiknya Nabi Idris ini sehingga ia pernah melihat neraka dan surga. Ia ingin menetap di surga, namun karena surga itu hanya dihuni setelah hari kiamat maka ia tidak diperkenankan tinggal di sana. maka ia hendak dikembalikan ke dunia. Nabi Idris tidak mau kembali kedunia karena nyawanya telah dicabut, maka ia memilih tinggal di langit.

Belajar Dari Merpati

 
  1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya adalah “tidak”! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
  2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah “tidak”!
  3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya, “tidak”!
  4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya? Jawabannya, “tidak”!
  5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “kepahitan” sehingga tidak menyimpan dendam.

Sumber : iphincow.com

Selasa, 05 Agustus 2014

Kisah Nabi Adam AS


Asal Mula Nabi Adam A.S

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh - tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhawatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khawatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah s.w.t.: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhawatiran para malaikat itu:
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya."
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain, yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis: "Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"
Iblis menjawab: "Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur."
Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya: "Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam."
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka. Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata: "Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."

Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka: "Bukankah Aku telah katakan padamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."

Diciptakannya Ibu Umat Manusia

Adam diberi tempat oleh Allah di surga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulama Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang di sebelah kiri di waktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya. ia ditanya oleh malaikat: "Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?"

Berkatalah Adam: "Seorang perempuan." Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya. "Siapa namanya?" tanya malaikat lagi. "Hawa", jawab Adam. "Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?" ,tanya malaikat lagi.
Adam menjawab: "Untuk mendampingiku, memberi kebahagiaan bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."

Allah berpesan kepada Adam: "Tinggallah engkau bersama istrimu di surga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah di dalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya. Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim. Ketahuilah bahwa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh istrimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari surga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."

Iblis Mulai Beraksi.

 Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Surga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgasana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di surga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka. Ia membisikkan kepada mereka bahwa larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya. Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahwa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sadarlah ia bahwa mereka telah melanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka: "Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena niscaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami."

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun beracun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di surga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di surga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahwa ridho Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah menentukan dalam takdir-nya bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu. Berfirmanlah Allah kepada mereka: "Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan."

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di surga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya. Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada ridho-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

demikianlah, Adam dan Hawa harus turun dari surga. sewaktu diturunkan ke bumi keduanya berada ditempat yang terpisah jauh. konon adam diturunkan di tanah Hindia, sedang Hawa di tanah Arab.
selama bertahun-tahun mereka saling mencari dan berkelana dari satu tempat ke tempat lain. perjalanan yang di tempuh sangat sukar dan berbahaya karena wajah bumi yang belum tersentuh tangan manusia sebelumnya. akhirnya mereka bertemu di Padang Arafah setelah saling mencari selama empat puluh tahun lamanya. dengan bertemunya mereka, kini tibalah babak baru bagi kehidupan cikal bakal anak manusia. 
Kisah Qabil dan Habil

Waktu terus berlalu, pada tahun pertama sejak mereka di pertemukan, Hawa melahirkan sepasang anak kembar, si lelaki diberi nama Qabil dan yang perempuan di beri nama Iqlima. Pada tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak kembar, yaitu Habil dan Labuda.
Ketika menginjak dewasa, Allah memberi petunjuk kepada Adam agar mengawinkan putra-putrinya. Qabil di kawinkan dengan adik Habil yang bernama Labuda. Sedang Habil di kawinkan dengan adik Qabil yang bernama Iqlima. Inilah syariat yang telah ditentukan Allah. Namun Qabil rupanya telah termakan bujukan iblis, ia menolak karena Labuda tak secantik adiknya sendiri yaitu Iqlima.

Nabi Adam adalah ayah yang bijaksana, ia terus menasehati Qabil agar menerima keputusan Allah, namun Qabil tetap menolak. Akhirnya Adam memerintahkan kepada Qabil dan Habil mempersembahkan qurban. Biarlah Allah yang menentukan masalah ini. Dengan disaksikan seluruh anggota keluarga Adam, Qabil dan Habil mempersembahkan qurban diatas bukit. karena Qabil ahli dalam pertanian, ia mempersembahkan hasil pertaniannya. Ia sengaja memilih hasil gandum dari jenis yang jelek. Sedang Habil yang ahli dalam peternakan, ia memilih mempersembahkan seekor kambing terbaik dan paling ia sayangi. Dengan berdebar-debar mereka menyaksikan dari jauh. Tak lama kemudian nampak api besar menyambar kambing persembahan Habil. Sedang gandum persembahan Qabil tetap utuh, berarti qurbannya tidak diterima. Qabil sangat kecewa, ia terpaksa menerima keputusan itu. Maka berlangsunglah prkawinan itu, Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima. 
Pembunuhan Manusia Pertama di Bumi
Hari-hari berlalu, iblis terus merasuki pikiran Qabil untuk membunuh Habil agar dapat mengawini Iqlima yang cantik jelita. Pada suatu hari, ketika Habil menggembalakan ternaknya di tempat yang sepi. jauh dari pemukiman Nabi Adam dan Hawa, tiba-tiba tanpa setahu Habil, saudaranya itu memukul kepalanya dengan sangat keras.Maka meninggallah Habil, inilah pembunuhan pertama atas umat manusia di bumi. Iblis tertawa kesenangan karena ia sudah mempunyai teman. Setelah Habil mati, Qabil kebingungan, di guncang-guncangkan tubuh Habil, tentu saja tak mau bergerak, lalu di bawa kesana-kemari. Ia menyesal, air matanya berlinang. Lalu Allah memberi ilham melalui burung gagak. Ada dua burung gagak yang bertarung untuk mematuk mayat Habil, hingga salah seekor burung itu mati. Lalu burung yang masih hidup menggali tanah. Burung yang telah mati di tarik ke dalam galian dan di timbunnya. 
Demikianlah Habil meniru perbuatan burung gagak itu. Namun setelah selesai menguburkan mayat saudaranya itu, ia masih merasa gelisah. Ia tak berani pulang. Rasa bersalah membuatnya ketakutan sendiri. Lebih-lebih pada waktu ia melihat ayahnya dari atas bukit menghampirinya. Qabil makin panik. Ia melarikan diri. Nabi Adam dan Hawa merasa sedih dengan kejadian ini. 
Selama bertahun-tahun Ibu Hawa melahirkan putra-putri kembar. Sehingga anak keturunannya demikian banyak. Setelah manusia berkembang demikian banyak, dan Nabi Adam meninggal dunia. Banyak umat yang berpaling dari kebenaran. Untuk mengingatkan manusia dalam kelalaian, Allah mengutus Nabi Idris a.s sebagai Nabi dan Rasul selanjutnya.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al-Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al-A'raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahwasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahwa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahwasanya manusia walaupun ia telah dikaruniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fisikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di surga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahwasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sadar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali. Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis yang turun dari singgasananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah dari surga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t. 
Semoga Bermanfaat